PAMEKASAN - Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kasihumas AKP Sri Sugiarto membenarkan bahwa ada kejadian sampan/perahu dayung tenggelam dan satu orang belum diketemukan, Sabtu (04/01/2025). Kejadian itu di perairan laut Ds. Ambat Kec. Tlanakan Kab. Pamekasan . "Kejadian itu diketahui pada hari Sabtu tanggal 4 januari 2024 sekira pukul 19.00 Wib, ketika salah satu korban yang selamat Zen Abdurrahman ditolong oleh nelayan yang kebetulan melintas dan membawa ke pantai, Zen pulang sendiri kerumahnya, namun karena pingsan keluarganya membawa ke Puskesmas Tlanakan untuk dirawat" jelas Kasihumas. Awal kejadian tersebut, menurut keterangan Zen, pada hari Sabtu tgl 4 Januari 2024 sekitar pukul 14.00 wib, Zen bersama temannya Darwin berangkat mancing menggunakan perahu sampan tanpa mesin/perahu dayung ke tengah laut di Desa Ambat Kec. Tlanakan Kab. Pamekasan, namun naas menimpa mereka, perahu yang ditumpanginya tenggelam, Zen selamat sampai ada pertolongan, sedangkan...
PAMEKASAN- Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pamekasan mengirimkan 8 relawan untuk mengikuti Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) dan Jambore Relawan di Obis Camp Trawas tanggal 17 - 19 September 2021.Tim FPRB Pamekasan saat di Obis Camp
Kegiatan dihadiri perwakilan dari 34 Kabupaten/Kota se-Jatim. Materi disampaikan berupa Focus Group Discussion (FGD) Destana, Sekolah Aman Bencana, dan Proker di Masa Pandemi Covid-19 yang akan menghasilkan rekomendasi kegiatan FPRB.
Chandra Kirana, salah seorang relawan yang mengikuti Rakornis dan Jambore Relawan menyampaikan kebahagiaan atas keikutsertaannya.
"Ini kegiatan luar biasa. Saya bangga bisa mengikuti jambore ini. Banyak ilmu yang saya dapat, banyak teman baru yang punya segudang pengalaman," ucapnya, Minggu (19/09/2021).
Setiap kegiatan diikutinya bersama perwakilan relawan FRPB Pamekasan dari pagi hingga malam hari.
"Mulai olahraga pagi, materi kebencanaan yang difokuskan pada pandemi Covid-19, banjir, dan gempa serta FGD kebencanaan dan hiburan. Kami di sini belajar banyak hal," jelasnya.
Sementara Sekjen Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Pamekasan menyampaikan, bahwa Rakornis yang dikemas dalam bentuk jambore relawan merupakan kegiatan yang penting untuk diikuti para relawan.
"Acara ini penting untuk diikuti agar relawan memiliki bekal bagaimana manajemen bencana dilakukan. Baik sebelum bencana, saat bencana, sampai setelah bencana," katanya.
Menurutnya, relawan harus memahami ketiga hal kunci penanganan bencana tersebut.
"Setelah dibekali teori penanganan bencana, maka relawan harus melaksanakannya di lapangan baik pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana," harapnya.
Budi mengaku bangga kepada perwakilan relawan yang ditugaskan mengikuti Jambore Relawan 2021.
"Saya bangga, tidak salah kami mengirim mereka ke jambore ini. Pada beberapa kegiatan, relawan Pamekasan mampu bersaing dengan daerah lain menjadi peserta terbaik," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar