Langsung ke konten utama

Postingan

Banjir Pemukiman Padat

Pamekasan - Air hujan yang dapat mencapai permukaan tanah, Sebagian akan masuk (terserap) ke dalam tanah ( infiltrasi ) Sedangkan air yang tidak terserap ke dalam tanah akan  mengalir di atas permukaan tanah (run off) ke tempat yang lebih rendah  Bila hujan lebat lebih dari 1 jam akan terjadi genangan dilingkungan padat penduduk. "Dalam beberapa tahun terakhir banjir lebih disebabkan tingginya run off atau air limpasan, yaitu air yang tidak bisa terinfiltrasi/masuk ketanah, endapan sedimen menyebabkan pendangkalan, Tumpukan sampah mengganggu jalannya air, Bangunan disempadan sungai mengurangi daya tampung sungai. Ketika sungai sudah dinormalisasi, tumpukan sampah hilang, endapan sedimen berkurang Tapi bila run off tidak dikurangi dengan membuat sumur resapan dan lubang biopori maka banjir tetap akan mengancam", ujar Budi Cahyono, Analis Kebencanaan Muda Bpbd Pamekasan Air hujan yang dapat ter INFILTRASI kedalam tanah sekitar 30 %, sedangkan 70 % selebihnya menjadi
Postingan terbaru

FRPB Pamekasan Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Pamekasan

FRPB Pamekasan - Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (25/10/2022). Kegiatan apel yang berlangsung di Lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin dan dihadiri oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, dan Dandim 0826/Pamekasan, Letkol Inf Ubaydillah, serta seluruh jajaran Forkopimda setempat. Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin mengatakan, apel siap siaga tersebut dilakukan untuk mengecek segala bentuk persiapan pemerintah daerah mulai dari perlengkapan guna mendukung kegiatan penanggulangan bencana akan tahun ini. Gus Acing, begitu wakil bupati akrab disapa menambahkan, pihaknya juga telah memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena cuaca saat ini tidak menentu.  "Apel bersama pagi hari ini adalah untuk memastikan kesiapan kita, bagaimana yang sudah kita ketahui, akhir-akhir ini di ten

Warga Meninggal Saat Mencari Ikan

Pamekasan, FRPB Pamekasan -Moh Imam Bahtiar (45), warga Dusun Pocok, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Madura mengembuskan napas terakhirnya di pinggir muara sungai Dusun Bosen, Desa Pandan Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (8/10/2022). Kapolsek Galis, Iptu Jupriadi menjelaskan, sebelum meninggal, korban sempat menembak ikan bersama rekannya di pinggir muara sungai Dusun Bosem Desa Pandan. Tak berlangsung lama waktu berselang, seketika korban roboh dan diketahui langsung oleh rekannya yang jaraknya tak jauh dari korban. Sewaktu dicek, kondisi nadi korban tak berdenyut. Sehingga rekan korban langsung meminta bantuan kepada warga setempat. “Kami dari Polsek Galis langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban bersama BPBD, FRPB ke Puskesmas Galis,” kata Iptu Jupriadi. Menurut keterangan saksi dan keluarga, korban memang mengidap riwayat sakit jantung. Usai dilakukan pemeriksaan, korban dibawa keluarganya untuk dimakamkan dikediamannya dengan Ambulance FRPB Pamekasan

Frpb Pamekasan ke Malang Bantu Penanganan Korban Kanjuruhan

Frpb Pamekasan -  Relawan Pamekasan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) mengirim bantuan kemanusiaan ke Malang guna membantu penanganan korban kejadian Stadion Kanjuruhan yang dirawat di sejumlah rumah sakit setempat. Menurut Koordinator tim Relawan Penanggulangan Bencana Pamekasan Chandra Kirana, tim relawan itu diperbantukan untuk mengevakuasi korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang "Ada dua orang yang membantu di sana," kata Chandra di Pamekasan, dilansir dari Antara, Minggu (2/10/2022)". Lebih lanjut, Chandra menjelaskan bantuan kemanusiaan oleh Forum Relawan Penanggulangan Bencana Pamekasan itu, setelah pihaknya menerima informasi dari grup whatshap relawan se Jawa Timur terkait banyaknya warga yang meninggal dunia dan luka dalam tragedi itu. Menurut dia, informasi awal tentang jumlah korban meninggal dunia sebanyak 40 orang (saat ini data resmi pemerintah merilis 129 orang) dan ratusan lainnya sesa

Suhu Meningkat Waspada Dehidrasi

FRPB Pamekasan - Suhu panas di wilayah Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami kenaikan ditimbang biasanya. Hal tersebut, akibat adanya matahari berada pada jalur garis khatulistiwa atau fenomena gerak semu  matahari yang pada tanggal 23 September lalu berada di garis Ekuador, dan saat ini sedang bergerak ke wilayah selatan.  Kejadian ini merupakan fenomena yang normal terjadi secara periodik dua kali dalam setahun, dan tidak berkaitan dengan fenomena gelombang panas. Analis Kebencanaan Muda pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan terjadinya hal itu tidak hanya di Pamekasan. Namun se-Jawa Timur. "Jadi sudah ada rilis dari BMKG yang mengatakan bahwa pada saat ini sampai dengan bulan Oktober itu akan ada kenaikan suhu karena posisi matahari berada pada garis khatulistiwa atau ekuator, nah itu yang yang menyebabkan panas. Sedangkan cuaca tidak ada perubahan dari BMKG,  yang ada hanya memang panas matahari akan terasa sangat me

BMKG Perkirakan Suhu Tinggi di Jawa Timur

Pamekasan, Frpb- Suhu udara di wilayah Jawa Timur beberapa hari terakhir tercatat 35-36 derajat Celcius yang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Fenomena ini akibat gerak semu matahari yang pada tanggal 23 September 2022 lalu berada di garis  ekuator dan saat ini sedang bergerak ke wilayah selatan.  "Pada saat matahari bergerak menuju selatan ekuator akan mengalami titik kulminasi utama yang akan terjadi pada tanggal 11  sampai 14 Oktober di Jawa Timur," kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022). Taufiq menjelaskan bahwa kulminasi merupakan kondisi matahari tepat berada di atas lintang pengamat, sehingga menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpu dengan benda itu sendiri atau hari tanpa bayangan.  Fenomena ini normal terjadi sebanyak dua kali dalam setahun dan tidak berkaitan dengan fenomena gelombang panas, terangnya lagi Meskipun suhu udara diprakirakan masih cukup tin

Berbagai Elemen Lakukan Bersih Sampah di Pamekasan

PAMEKASAN, FRPB –  Peringatan World Cleanup Day atau Hari Bersih Sampah Sedunia digelar di Pantai Kotasek, Deda Tanjung, Kec. Pademawu  Pamekasan,  Minggu (25/9/2022).  Acara tersebut digelar di Pantai Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Aksi World Cleanup Day itu dimotori oleh Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) dengan menggandeng berbagai elemen baik Instansi pemerintah, Aktivis Lingkungan, FPRB, FRPB dan berbagai elemen lainnya. Ketua KPMM, Dr. Endang Tri Wahyurini mengatakan, aksi ini dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2022. “Pada kesempatan ini, kita menggelar World Cleanup Day di Pantai Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan,” katanya. Menurutnya, aksi ini diharapkan dapat mengurangi adanya sampah yang bertahun-tahun ada di lokasi tersebut. “Disini ada banyak sampah-sampah plastik, botol minuman yang tadi kita temukan. Selain itu juga ada sampah dari nelayan seperti tali jangkar, bahkan bantal,” ujar dia.