Langsung ke konten utama

Penumpang Kapal Terjun ke Laut

FRPB, Pamekasan : Tim SAR gabungan BPBD Pamekasan melakukan pencarian terhadap satu korban penumpang kapal KMP DLN Oasis di perairan Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/9/2022).  Tim SAR Gabungan saat akan melakukan pencarian Via Dermaga Pasean Bpbd Pamekasan mendapat laporan hari Senin, jam 20.00 WIB dan selanjutnya berkoordinasi dengan Pos SAR Sumenep. Selanjutnya dilakukan Mapping area untuk pencarian korban pada Selasa pagi. Pencarian M. Yusril Ahmadi (19) dilakukan, setelah mendapat laporan dari perwira deck KMP DLN Oasis. Diketahui laki-laki tersebut berasal dari Desa Pengadang Utara, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Analis Kebencanaan Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan pada Minggu (11/9/2022) lalu sekitar pukul 19.45 WIB, korban meloncat dari atas kapal. "Sempat dilakukan pencarian oleh petugas kapal selama 3 jam, tapi belum ditemukan," ucapnya. Budi

RENTANNYA PARIWISATA DARI BENCANA


 
Pamekasan, Maret 2021, Perkembangan pariwisata di Indonesia luar biasa pesat. Data World Travel and Tourism Council (WTTC) melaporkan bahwa Top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking yang didasarkan pada pertumbuhan absolut pada periode tahun 2011 dan 2017 untuk empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia berada pada nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Dalam daftar yang dikeluarkan tersebut, China, Amerika Serikat, dan India menempati posisi tiga besar. Untuk kawasan Asia, Indonesia berada nomor 3 setelah China dan India. Sedangkan untuk di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand yang berada di nomor 12, Filipina dan Malaysia di nomor 13, Singapura nomor 16 dan Vietnam nomor 21.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yaitu sektor pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. Pada tahun 2019, industri pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar yaitu US$ 20 Miliar. Dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada tahun ahun 2019, pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN. Country Branding Wonderful Indonesia menempati ranking 47 dunia, mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (ranking 96) dan country branding Amazing Thailand (ranking 83). Country branding Wonderful Indonesia mencerminkan positioning dan differentiating pariwisata Indonesia.

Pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 55% secara absolut, dari tahun 2014 sebesar 9 juta, menjadi 14 juta pada tahun 2017. Sektor pariwisata penghasil devisa terbesar. Pada 2019, industri pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu US$ 20 Miliar. Dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di banyak daerah di Indonesia, sektor pariwisata telah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan makin meningkatkan masyarakat sekitarnya. Misal, pengembangan pariwisata Danau Toba telah meningkatkan PAD Kabupaten  Samosir naik 81 persen dalam kurun waktu 2016-2017. Begitu juga Kabupaten Simalungun, PAD naik 91 persen, Kabupaten Humbang Hasundutan naik 103 persen, Kabupaten Karo naik 58 persen.

Namun di balik itu semua, industri pariwisata sangat rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata. Pariwisata seringkali diasosiasikan dengan kesenangan, dan wisatawan melihat keamanan dan kenyamanan sebagai satu hal yang esensial dalam berwisata.  Bencana merupakan salah satu faktor yang sangat rentan mempengaruhi naik turunnya permintaan dalam industri pariwisata.

Beberapa kejadian bencana telah menyebabkan dampak industri pariwisata, antara lain:

1)      Erupsi Gunung Merapi tahun 2010, telah mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai hampir 50 persen.

2)      Bencana kebakaran hutan dan lahan pada Agustus hingga September 2015 menyebabkan 13 bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang pendek dan membahayakan penerbangan. Bandara harus tutup, berbagai event internasional ditunda, pariwisata betul-betul tertekan. Industri airline, hotel, restoran, tour and travel, objek wisata dan ekonomi yang di-drive oleh sektor ini pun terganggu.

3)      Erupsi Gunung Agung di Bali tahun 2017 menyebabkan 1 juta wisatawan berkurang dan kerugian mencapai Rp 11 trilyun di sektor pariwisata.

4)      Gempa Lombok yang beruntun pada tahun 2018 menyebabkan 100.000 wisatawan berkurang dan kerugian Rp 1,4 trilyun di sektor pariwisata.

5)      Tsunami di Selat Sunda pada 22/12/2018 menyebabkan kerugian ekonomi hingga ratusan miliar di sector pariwisata. Bencana menyebabkan efek domino berupa pembatalan kunjungan wisatawan hingga 10 persen. Sebelum dilanda tsunami, tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung mencapai 80–90 persen.

Tentu ini menjadi menjadi pembelajaran bagi kita semua. Mitigasi, baik mitigasi struktural dan non struktural di kawasan pariwisata masih sangat minim. Mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata. Mitigasi dan pengurangan risiko bencana hendaknya ditempatkan sebagai investasi dalam pembangunan pariwisata itu sendiri. Sebab, dalam proses pembangunan setiap 1 US$ yang diivestasikan untuk pengurangan risiko bencana maka dapat mengurangi kerugian akibat bencana sebesar 7-40 US$.

Penataan ruang dan pembangunan kawasan pariwisata hendaknya memperhatikan peta rawan bencana sehingga sejak perencanaan hingga operasional dari pariwisata itu sendiri selalu mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada. Rencana pembangunan 10 Bali Baru atau 10 destinasi pariwisata prioritas yang akan dibangun yaitu Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Mandalika, Morotai dan Labuan Bajo hendaknya mengkaitkan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sehingga daerah pariwisata tersebut aman dari bencana. Faktanya 8 dari 10 daerah prioritas pariwisata tersebut berada pada daerah yang rawan gempa, dan sebagian tsunami. Apalagi investasi pengembangan 10 detinasi pariwisata prioritas dan kawasan strategis pariwisata nasional tersebut sangat besar yaitu Rp 500 trilyun.

Koordinasi perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Pentahelix dalam pembangunan pariwisata dan penanggulangan bencana yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha/usahawan, akademisi, masyarakat, dan media hendaknya didukung semua pihak.

Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi karena bencana memiliki periode ulang, apalagi ditambah faktor antropogenik yang makin meningkatkan bencana. Risiko bencana dapat dikurangi sehingga dampak bencana dapat diminimumkan dengan upaya mitigasi dan pengurangan bencana. Di balik berkah keindahan alam Indonesia juga dampat menyimpan musibah jika tidak dikelola dengan baik. 

Penulis : Budi Cahyono
Editor    : Syamsul Hidayat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FRPB Pamekasan Berikan Doorprize pada Siswa saat Vaksinasi

PAMEKASAN- Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan mendukung penuh vaksinasi Covid-19 sebagai program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.  FRPB Pamekasan saat memberikan Doorprize pada Siswa usai Vaksinasi Salah satu dukungan FRPB Pamekasan dengan menyediakan doorprize bagi siswa yang mengikuti vaksinasi di MAN 2 Pamekasan. "Pemberian doorprize ini sebagai salah satu bentuk dukungan kami para relawan terhadap pemerintah. FRPB menyediakan hadiah ini kepada siswa MAN 2 Pamekasan yang telah melakukan vaksinasi," jelas Budi Cahyono Koordinator FRPB Pamekasan, Kamis (24/09/2021). Budi mengaku bahagia karena pada saat launching sekolah tangguh di MAN 2 Pamekasan tersebut, antusias siswa yang mengikuti vaksinasi luar biasa. "Saya bahagia melihat antusias siswa untuk vaksinasi. Jumlahnya hampir mencapai 500 orang, ini luar biasa. Orang tua dan siswa sangat memahami pentingnya vaksinasi Covid-19," ungkapnya. Kedepan,

Pastikan Lansia Sehat Pasca Ramadhan Bersama Rumah Zakat

Pamekasan, 25 Mei 2021 - Pagi itu halaman Polindes  Bunut di Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan, terlihat cukup ramai oleh para lansia. Bukan tanpa alasan, pasalnya dihari itu akan dilaksanakan program rutin ramah lansia, Selasa (25/5). Dalam pelaksanaannya diawali dengan senam bersama kemudin dilakukan cek identitas terhadap lansia, setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penimbangan berat badan serta cek metabolik. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, lansia pun diminta menggunakan masker dan mencuci tangannya. Selain itu, pemeriksaan pun dilakukan, untuk terus menjaga himbauan pemerintah setempat agar setiap Penerima Manfaat dapat terjaga dari penularan virus Corona.  Selain cek metabolik seperti cek gula darah, kolesterol, asam urat, cek berat badan, cek tensi, dan konsultasi ringan terkait beberapa penyakit ada juga pemberian PMT.  Dengan bantuan Rumah Zakat melalui Relawannya, hingga saat ini kesehatan para Lansia dapat terpantau, khususnya pasca r

Bupati Pamekasan Luncurkan Bantuan Air Bersih

Pemkab Pamekasan - Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam meminta para petugas pengantar air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan untuk bekerja ikhlas dalam memberikan pelayanan maksimal. Menurutnya, kesabaran dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak kekeringan harus tertanam kuat dalam hati sebagai prinsip bekerja ikhlas serta profesional. "Keikhlasan, kesabaran, serta komitmen memberikan yang terbaik menjadi bagian dari prinsip kita dalam pelayanan. Ikhlas, sabar, profesional sesuai dengan tugas dan fungsi, bagian dari pondasi kita," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan dalam acara launching pendistribusian air bersih di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (13/9/2021). Dikatakan, kerja keras dan kerja ikhlas para pengantar air bersih bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara yang memiliki nilai soleh di sisi Allah SWT. "Mudah-mudahan karena kita ikhlas, kita sab